-->
Jum'at, 28 Maret 2025

Header Menu

HARIAN 60 MENIT | BAROMETER JAWA BARAT
Cari Berita

60Menit.co.id

Advertisement


mail@xmlthemes.com

KETUA TANFIDZ MUKIMIN PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA AL-MUSRI KABUPATEN GARUT, AJAK WARGA MASYARAKAT SYARIYAHAN SETIAP SATU BULAN SEKALI

Minggu, 17 Oktober 2021

 

Ketua Tanfidz Korda Mukimin Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri Kyai Cecep Usman, S.Pd


60MENIT.com-KOORDINATOR DAERAH (KORDA) MUKIMIN PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA AL-MUSRI KABUPATEN GARUT AJAK WARGA MASYARAKAT SYARIYAHAN SETIAP SATU BULAN SEKALI


60menit.com- Kadungora- Dalam rangka meningkatkan ajang tali silaturahmi antara sesama muslim di Kabupaten Garut, para mukimin asal Kabupaten Garut yang pernah menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri Cianjur menggelar Syariyahan atau Pengajian rutin satu bulan sekali dengan metode ajaran tiga kitab, diantaranya kitab Syarah Al-Hikam dengan narasumber Kyai Jalaludin, S.pd.I., kitab Tafsir Jalalen dengan narasumber Kyai Deden Imam, kitab I’atatu Tolibin juz 3 dengan narasumber Kyai Cecep Usman, S.Pd.,


Ketua Tanfidz Kabupaten Garut Kyai Cecep Usman, S.Pd., yang ditemui 60menit.com di Pondok Pesantren Miftahul Dikri Al-Musri kp. Gagarjunti usai acara, Minggu (17/10/2021) .

menjelaskan bahwa jumlah mukimin yang pernah menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren Al-Musri Cianjur kurang lebih sejumlah 400 orang dan semuanya diwajibkan untuk melaksanakan syariyahan yang sudah merupakan amanat pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri (Almarhum) Kyai H. Ahmad Faqih yang bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dari satu mukimin dengan mukimin yang lain walaupun mukimin tersebut berbeda-beda tahun kelulusannya. 

Lanjut Cecep Syariyahan ini tidak lepas dari syariah islam yang mengatur sendi-sendi kehidupan umat manusia, oleh karena itu kami dalam melaksanakan syariyahan tidak lepas dengan mentaati aturan pemerintah untuk penanganan covid-19 yaitu dengan cara melaksanakan 5M diantaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan menjauhi kerumunan.


Cecep berharap untuk kedepannya syariyahan ini bukan hanya diikuti oleh seluruh mukimin yang pernah menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri Cianjur saja, melainkan warga masyarakat luas se-Kabupaten Garut pun akan diajak syariyahan untuk mendalami ilmu agama islam. Pungkasnya


Agus Suhana

Loading